Laman

Mari Tumpahkan sebelum meluber

Selamat datang di taman laut saya. Yang lebih suka saya tanami cerita daripada bunga karang

:)


Selasa, 01 Mei 2012

kotak keduamu, dia dan dia. (keping pertama)



Aku tak pernah tau apa rencana Tuhan, Dia selalu memberi kejutan-kejutan yang luar biasa. Seperti ketika aku menemukan kumpulan cerita masa lalumu disuatu tempat. Hal yang selama ini tak pernah aku tau. Tentang kamu dan hidupmu yang dulu. Dan tiba-tiba nama kalian berputar dikepalaku secara bergantian. Begitu banyak pertanyaan bermunculan. Mereka berkumpul ditenggorokan, dan siap untuk dilontarkan.
Namun, aku memilih untuk bertanya kepada Tuhan terlebih dahulu. Tuhan, mengapa aku harus tau tentang ini? Dan mengapa harus sekarang disaat suarakupun terlalu jauh untuk memanggilnya?

Menurutku ada tiga kotak yang harus kita punya dalam hidup.
kotak pertama: sesuatu yang bisa kau bagikan kepada orang lain.
kotak kedua: sesuatu yang boleh kau bagikan dan boleh tidak. namun orang lain boleh sedikit mengintipnya.
kotak ketiga: sesuatu yang seharusnya kau simpan sendiri tanpa perlu orang lain tau.
Dan aku tak sengaja mengintip kotak kedua mu. Dimana didalamnya berisi tentang dia dan dia. semua begitu menyentuh. Terlalu dalam bahkan. Dan aku tau sekali bagaimana rasanya berada diposisimu saat itu. Bahkan mungkin sampai sekarang. Agak bersyukur aku bukan tipe orang sepertimu. Aku lebih tegas dengan perasaanku.

Tidak, kau tidak sedang membohongiku. Disaat yang sama akupun sedang berjuang dengan diriku sendiri. Dengan kepingan hatiku yang entah waktu itu tercuri oleh siapa. Kita punya sesuatu yang kita sebut dengan kenangan. kenanganmu seutuhnya milikmu, begitu pula denganku.
entahlah...aku yang terlalu pandai menyimpan kotak ku atau aku yang terlalu lancang mengintip kotakmu? maaf telah mengintip kotakmu. Mungkin memang harus sekarang aku tau. Tuhan telah mengatur semua ini karna Ia tau ini waktu yang tepat. Ia sedang membelaiku untuk lebih dewasa dalam bersikap.

sebelum itu aku bukanlah siapa2.dalam cerita ini aku seperti peran figuran yang mendadak dipilih oleh Tuhan menjadi bintang utama yg mendampingi actor utama. begitupun denganku,kamu hanya goresan pena yg kebetulan tergores dihatiku yg terlalu tipis,lalu membekas. Ini bukan salah siapapun, ini takdir. Aku putuskan untuk tidak bermain dengan masa lalu, biarkan kenangan mereka yang ada, tapi tidak dengan orangnya. Tapi ini berbeda denganmu. Ya, memang sudah sewajarnya kita ini berbeda. Kau tak harus selalu melihatnya kembali. Akupun tidak menyuruhmu hanya memperhatikanku. Tidak. Aku hanya perih melihat perih yang tak kunjung sembuh dimatamu. Siapapun aku untukmu sekarang, kau tetap harus sembuh dari luka itu. Apakah aku menyayangimu? Iya. Tak berlebihan memang, tapi aku yakin lebih dari cukup untuk membuatmu merasa kau memang pantas untuk disayang. Jika kau ijinkan, kau tak perlu ragu lagi untuk menggenggam tanganku yang sedari dulu telah terulur kepadamu. Tapi sebelumnya bisakah kau membantuku menghapus nama mereka dari fikiran dan hatiku? Ya, dia dan dia, wanita yang pernah menyabotase hati, perasaan dan hidupmu. Karna dihatikupun sudah tak ada mereka lagi yang pernah menyabotase bahkan mencuri hatiku dulu.
Ini semua memang kehendak Tuhan. Tangan kanan-Nya menuntunmu kepadaku, dan tangan kiriNya menuntunku kepadamu.Inilah Takdir. pernahkah terpikirkan tentang kita sebelumnya?
Itu pertemuan kita. Lalu bagaimana cerita tentang perpisahan kita nanti? Dan sekali lagi biarkanlah tangan Tuhan kembali yang berperan. Yang aku tau, tugasku adalah menyayangimu. Siapa yang akan menyakitimu itu bukan urusanku, karna itu bukan tugasku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar