Laman

Mari Tumpahkan sebelum meluber

Selamat datang di taman laut saya. Yang lebih suka saya tanami cerita daripada bunga karang

:)


Jumat, 22 Juni 2012

Kita, mereka, lalu Aku... (keping sebelas)

Kanda, taukah kamu
Alasanku mundur dari kehidupanmu adalah karna terlalu banyak wanita yg berlalu lalang dihatimu.
Dan mereka berisik sekali,suka membuatmu menoleh.
Sedangkan aku hanya ingin tenang memilikimu.
Kanda, taukah kamu
Kami wanita memang diciptakan dengan keindahan kami masing-masing. 
Tapi haruskah kamu tak puas hanya dengan satu keindahan saja yaitu keindahan hati?
Kanda, taukah kamu
Kami tak suka membagi milik kami sebagaimana kamu tak suka membagi milikmu kepada orang lain.
Kanda, pernah kah kau tau seberapa rapuh hati kami yang terbalut sikap lemah lembut ini?
Jika terus menerus kau kikis sebuah karangpun akan habis.
Jadi kanda, bolehkah aku pergi? mereka lebih dari cukup untuk membuatmu bahagia bukan? akh...aku tau itu
Kehilangan salah satu dari kami tidak akan terlalu berpengaruh bukan? kanda, aku lelah sekali dengan kebisingan ini. bahkan muak.
Jadi bolehkah aku pergi ?
Akan sangat perlahan hingga sakitnya tak akan terasa untukmu.
Tapi bagaimana dengan rasa sakitku?
Kanda, kau tak perlu tau apa yang ada didalam sini.
Kau hanya cukup tau aku tak akan pergi terlalu jauh.
Namun kanda, salahkah aku
Jika nanti diperjalananku aku bertemu seseorang yang ingin memilikiku utuh?
Tanpa banyak wanita berisik yang membuatnya menoleh?
Atau justru kamu yang akan menemuiku di ujung jalan takdir ini?
Kanda, masih bolehkah aku melihatmu sesekali?
Tapi apakah kau masih akan perduli jika semua wanita berisik itu masih mengelilingimu.
Akh...sudahlah.
Jaga dirimu dan mereka.




thanks to my inspire>> "Jikustik- akhiri dengan indah"

Senin, 18 Juni 2012

Cerita Sebuah Gelang Kaki (keping kesepuluh)

Kamu terikat secara tak langsung denganku, dulu. Ya, dengan gelang kaki itu. Sebuah gelang yang aku pesan khusus sebelum kamu datang kekotaku. Kamu sempat bertanya kenapa harus gelang kaki. Aku hanya menjawab, karena didekat tempat kerjamu banyak dijual kerajinan perak. Dan kebetulan aku ingin itu. Maaf, aku berbohong. Sebenarnya ada makna khusus dari arti gelang kaki tersebut menurutku. Dulu aku terlalu polos dan kurang hati-hati sehingga menyerahkan semua hatiku untukmu. Bahkan sempat membayangkan kita tak akan terpisah. Dan gelang itu berarti mengikat. Disetiap jalanku ada kamu. Tapi itu dulu. Sebelum akhirnya kamu sendiri yang memilih untuk pergi dan membiarkan semua kenangan kita tercecer diantara dua kota. Sedangkan sekarang kamu berada di kota lain. Masih ingatkah kamu dengan jilbab coklat itu? Kamu bilang, "kamu wanita pertama yang aku beliin jilbab. Ini aku milihnya susah lho." Itu tahun pertama aku mulai memakai jilbabku. Raut mukamu terlihat bahagia karna tau supportmu kepadaku tak sia-sia. Kamu yang mensuportku untuk mulai menutup aurat. Padahal kamu benar-benar tau seperti apa aku dulu. selengekan,emosian,dan nekat. Kita sering ribut. Tapi kamu tau aku tetap wanita yang punya sisi lembut. Katamu,"Untuk menjaga hatimu setidaknya kamu juga harus menjaga auratmu. Dengan jilbab salah satunya."
mungkin awalnya aku memakai jilbab ini hanya sambil lalu. Tapi lama kelamaan aku mulai menikmati jilbabku ini. Bukan lagi karnamu, tapi karna-Nya. Bukan karna maluku padamu, tapi maluku pada-Nya. 
Lalu ingatkah kamu dengan kerang yang kamu ambil dari pantai Losari saat kamu bertugas disana 2minggu. Sebelum berangkat kamu sempat bertanya,"kamu mau oleh-oleh apa?" Aku menggeleng. Kamu pulang dengan selamat itu sudah cukup untukku. Kamu bersikeras menawariku banyak barang sebagai oleh-oleh. Dan aku hanya meminta sebuah kerang yang kamu ambil dengan tanganmu sendiri saat kamu berenang di laut sana. Kamu agak heran, tapi tak protes. Dan akhirnya kau pulang membawa sebuah kerang dan sebuah bros berbentuk sayap. Aku tak tau apa maksudnya. Tapi sampai hari ini masih aku simpan semua barang darimu dengan rapi. Gelang kaki yang sekarang aku pakai ini bukan darimu. Ini aku beli sendiri dengan gaji pertamaku dulu. Sebenarnya tanpa sebuah gelang atau benda apapun satu dari kita sudah saling terikat. sekalipun kamu sekarang ada disana dan tak sendirian lagi sebenarnya kita masih terikat dengan seuntas tali yang tak terlihat, yaitu kenangan. Aku tidak sedang merindukanmu malam ini. Itu bukan hak ku lagi. Aku hanya tak sengaja melihat gelang kaki darimu di dalam lemari yang aku simpan. 
Terimakasih manis,untuk semua yang telah kamu dan kalian berikan. Serta semua yang kalian lakukan. Terimakasih atas semua barang yang ikut menjadi penghubung kenangan kita :)

*Terimakasih untuk: Semarang (kendal) , Jogja, Jakarta dan makasar yang disanalah kenangan kita tercecer.

Selasa, 12 Juni 2012

Kamu itu... (keping kesembilan)

Hey kamu...
Aku sedang merindu. Tidak terlalu banyak, tapi mungkin cukup untuk menggambarkan kerinduanku..
Bolehkah aku sedikit bercerita tentangmu menurut sudut pandangku?

Kamu, seorang yang tak perlu aku sebut namanyapun pasti kamu tau kalau kamu itu adalah kamu.
Kamu, seseorang yang sekarang jauh dari keluargamu. Iya disana. Mencoba bertahan hidup, menyesuaikan diri dan menyukai pekerjaanmu.
Kamu, dengan kesolehan akhlakmu, kelembutan sikapmu terhadap wanita, namun juga bisa tegas serta kepandaianmu merupakan perpaduan yang sempurna menurutku
Kamu, aku suka caramu memperlakukan wanita, menjaga dan menghormati mereka.
Karna kamu tau benar, salah satu dari wanita ini adalah tulang rusukmu.
Kamu, mungkin akan menjadi miliku pada akhirnya, atau malah bukan.
Kamu, seorang yang dengan sabar mendengar semua ceritaku, keluhanku, bahkan rasa kecewaku.
Kamu, ceriamu, tawamu yang tak malu-malu dan kejujuran ucapanmu terlalu jauh masuk dalam ingatanku.
Kamu, orang yang bersikap apa adanya, dan juga menerima sifat dan sikapku yang apa adanya pula.
Kamu, mungkin orang yang tanpa sengaja pernah aku kecewakan, tapi tak merubah sedikitpun sikapmu padaku. Karna kamu adalah seorang yang pemaaf.
Kamu, orang yang membuatku menyerahkan takdir kita ini kepada Tuhan. Karna kamu tau,Dia akan mengatur perjumpaan dan perpisahan kita dengan sempurna.
Kamu, aku tak terlalu berharap banyak untuk saat ini. Aku mengharapkanmu untuk waktu yang lebih lama dan tak terbatas dari ini.
Kamu, semoga hanya akan ada aku disalah satu ruang hatimu disaat Tuhan mengijinkan kita bersama. Bukan untuk sekarangpun tak apa. Cukup tempatkan aku saat kau mulai yakin untuk berhenti menyendiri serta lelah dengan pencarianmu dan ingin mulai serius.
Kamu, semoga saat kamu sempat membaca tulisan kecilku ini kamu tak bertanya "siapakah kamu itu?"
Karna kamu yang aku maksud itu adalah kamu....
Jika kata-kataku ini terlalu ambigu dan kamu benar-benar ingin tau siapa kamu, silahkan tanyakan langsung kepadaku.. 
agar kamu yakin kamuku itu memang kamu... ^^

Minggu, 10 Juni 2012

Logikanya (keping Delapan)

Ini bukan tentang patah hati lagi. Bukan. Ini tentang keisenganku main #logikanya di twiter. Agak absurd memang karna logika wanita yang bicara. Padahal tau sendiri wanita itu cenderung pakenya perasaan bukan logika. but, I wanna try to share my crazy logical here. Lets check this out:

#Logikanya: selama bendera kuning belum berkibar boleh aja sih sayang sama siapa aja. karna siapa tau sebelum janur kuning yang melengkung, bendera kuning lebih dulu berkibar.
#Logikanya: kalo sahabatmu ngenalin kamu ke temenya, itu artinya dia masih single. sekalipun PP FB, avatar di twiter ato DP di BBM lg berdua sama lawan jenis. jadi nggak usah tanya lagi "beneran dia single?" catetan, sahabat itu g mungkin nyesatin. yang sesat itu setaaaan!
#Logikanya: nggak usah ribut gara2 cowok/cewek.biasanya yang direbutin malah akhirnya nggak jadi sama yang rebutan. kalo jadipun paling cuma bentar. biasanyaaaa
#Logikanya: kalo ngelabrak orang nggak usah teriak2, brutal membabi buta. jangan turunin harga diri lah..nggak malu kalo akhirnya "salah" labrak? ato parahnya lagi, nggak malu kalo yang dilabrak akhirnya jadi temen? haha *serius ini bukan aku*
#Logikanya: Pacar yang cemburuan itu pacar yang nggak pedean,merepotkan. tapi pacar yang nggak pernah cemburu itu patut dicurigai.
#Logikanya: nggak usah terlalu ketat ngejagain pacar.dipamerin sana sini, terlalu sayang.yakin pacarmu hari ini masih akan jadi pacarmu besok? *eh maap
#Logikanya: mantan adalah pacar yang turun pangkat jadi teman. jadi sebelum mantan bilang "balikan yuk" berarti tetep posisikan dia dihati sebagai temen. nggak perduli masih ada rasa atau enggak. itu kan urusan hati masing-masing.
#Logikanya: "balikan yuk" jika diucapkan oleh mantan itu sama artinya dengan "jadian yuk" yang diucapkan oleh teman/gebetan
#Logikanya: bilang sayang itu hak asasi setiap orang. termasuk ke mantan atau pacar orang. suka nggak suka itu cuma respon. suka dengerin,gak suka abaikan..
#Logikanya: kalau terjadi perselingkuhan itu mungkin nggak sepenuhnya salah orang ketiga. mungkin orang pertama kecolongan, atau orang kedua nggak kuat iman setianya.
#Logikanya: orang yang lagi patah hati itu kepekaanya turun 90%. jangankan merhatiin sekitar, merhatiin diri sendiri aja kadang lupa.
#Logikanya: jangan ngerusak hubungan orang lain. mau juga hubunganya dirusak?
#Logikanya: orang yang selingkuh secara hatiniah,kalo dibiarin terus bisa selingkuh badaniah. hiiiy
#Logikanya: jangan ngajakin serius orang yang lagi main-main dan jangan main-main sama orang yang serius.
#Logikanya: cewek itu ribet,dan cowok itu simpel. karna itulah cewe butuh cowo untuk men-simpel-kan keribetanya dan cowo butuh cewe untuk meribetkan hal-hal yang mereka anggap sepele. gitudeh..
#Logikanya: belum tentu yang lagi pdkt sama kamu akhirnya jadi pacar kamu, dan belum tentu juga orang yang jadi pacarmu adalah orang yang dari dulu kamu pdkt-in. *pengakun nara sumber langsung :))
#Logikanya: kalo mau cepet lulus ya diselesein skripsinya, bukan bloging,twiteran,FB-an, dan kemana-mana. *pengalaman pribadi
#Logikanya: Ngarepin pacar orang itu sia-sia, buang waktu, bikin nyesek. percaya aja deh sama jodoh. dan teruslah beredar :))
#Logikanya: Kalo nggak nyaman buat apa dipaksain (berlaku untuk banyak hal). ini kayak,make baju kekecilan. tetep bisa dipake sih, tapi susah napas!

Sebenernya masih banyak lagi sih. tapi mata udah pedes. Tapi wanita tetaplah wanita. Logikanya begitu, hatinya begini. Yang aku tau sampai hari ini sih kadang-kadang memang ada hal yang nggak bisa pake logika. so, balance is a must :))