Laman
Mari Tumpahkan sebelum meluber
Selamat datang di taman laut saya. Yang lebih suka saya tanami cerita daripada bunga karang
:)
Sabtu, 24 November 2012
Sabtu, 10 November 2012
Seni melupakan (keping dua lima)
Saat bertanya tentang maaf kepadaku kamu seperti bertanya pula tentang iklas.
Menurutku, memaafkan adalah suatu kondisi dimana kita benar-benar lupa akan kesalahan orang. Sehingga kita tidak mengungkitnya lagi dilain waktu. Hampir mirip dengan iklas bukan?
Iklaspun begitu. Suatu keadaan dimana kita hampir ato tidak merasa kehilangan sesuatu. Dan iklas itu ngga pake tapi.
Rumit? Bingung?
Jadi kalau ada orang yang bilang "iya,aku udah maafin kamu kog" tapi dilain waktu masih dibahas, itu belum benar-benar dimaafkan. Dan saat belum bisa memaafkan,berarti pula belum iklas.
Jadi aku lebih suka belajar melupakan. Saat lupa berarti kamu iklas, berarti kamu memaafkan. Ini menurutku.
Saat melupakan kesalahan orang tak jarang aku melupakan orangnya juga. Tapi tetap ini tergantung seberapa besar salahnya. Jika salahnya bisa aku lupakan, berarti cukup salahnya saja. Namun jika tidak, maaf, orangnya pun harus aku lupakan. Bukan, bukan pendendam. Ini lebih ke menghindari sifat munafik. Justru dendam itu saat orang belum bisa melupakan kesalahan orang lain.
Terserah kalian mau belajar memaafkan seperti apa. Inilah caraku. Dan terserah kalian pula akan memberi maaf kepadaku seperti apa...
Aku sering berkata pada diriku sendiri "Aku bukan tipe pemaaf, tapi aku tipe pelupa. aku akan berusaha melupakan kesalahan kalian."
Kamis, 08 November 2012
Aku dan Para Bintang (keping dua empat)
Hallo.... aku Scorpio. Iya, memang kalajengking. Tapi aku tak semenakutkan itu. Bisaku tetap tak akan iseng aku pergunakan untuk bermain-main. Jadi tenang saja. Mereka bilang aku ini misterius. Mungkin. Aku agak susah menilai diriku sendiri tanpa bantuan kalian. Mereka suka memujiku karna aku penyimpan rahasia yang baik. Katanya juga aku seorang yang setia. Ahh... terima kasih. Tapi mereka sering memamarahiku karna aku pendendam. Sebenarnya bukan pendendam, tapi orang yang susah melupakan. Apapun. Termasuk kesalahan orang lain. Jadi, ya begitulah...
Disini aku tak sendirian. Tak semalang itu nasibku. Aku dikelilingi para bintang. Sama terangnya. Sama seimbangnya antara plus dan minus... Baiklah, aku akan menceritakan tentang mereka.
Dia, sagitarius. Menurutku dia orang yang penuh konsentrasi. Lihat saja panah yang dibawanya. Hanya orang yang punya konsentrasi luar biasa yang bisa memanah. Atau malah justru dia orang yang tak mau menyerah? Sesering apapun dia memanah dan meleset, dia tetap kekeuh mengenggam panah. hebaaat. Tapi menurutku mereka terlalu ngeyel, jika tak bisa mendapatkan sesuatu dengan panah kenapa tak menggantinya dengan pistol? Atau beli saja di pasar mungkin? Oh sagitarius, aku mengagumimu.
Yang disebelah Sagitarius adalah Capricorn. 2tahun lebih menjalin hubungan spesial dengannya membuatku sedikit banyak mengerti seperti apa dia. Dia sabar untuk orang sebawel aku. Atau mungkin karna perbedaan umur kami. Entahlah. Tapi terima kasih untuk kesabaranmu. Kamu juga humoris sampai-sampai aku sering cemburu karna banyak yang menyukaimu. Tapi kamu pula orang yang terlalu sering komplain ini itu. Bahkan untuk urusan sepele seperti warna baju. Wooowww..... Capricorn, terima kasih.
Lalu aquarius. Sebenarnya kami tidak terlalu dekat. Tapi tentu saja aku menghormatinya. Dia orang yang terbuka. Aku beberapa kali bertukar pikiran dengannya. Dia juga kreatif. Ada saja hal yang mereka buat untuk membuat kami sekedar bilang astaga. Tapi dia juga suka menyendiri. Mungkin justru itu yang membuatnya kreatif. Mungkin.
Pices. Dia teman kecilku. Sahabatku. Meski sekarang ini kami jarang bertemu sahabat tetap saja sahabat. Dia baik, amat baik malah. Aku sering merepotkannya dengan ada saja kepanikanku. Dia juga tidak egois. Kami dulu sering berbagi kamar.Tepatnya kamarnya yang dibagi untukku. Menginap semalam hanya untuk sekedar saling curhat attau nonton film baru. Tapi dia tertutup sekali memang. Sampai hari ini aku masih belum berhasil mencari tau siapa orang yang sedang dia suka. Dasaarr...
Aries. Sikap percaya dirinya sering membuatku hanya bisa diam. Luar biasa. Dia juga pemberani. Terutama berani mengambil keputusan. Tapi karna aku diam dia jadi agak egois memutuskan ini itu semaunya. Oh baiklah, kamu mengagumkan, sekaligus membuatku pusing.
Taurus. Pacar pertamaku. Aku masih ingat coki-coki yang tiap hari kamu bawa lalu di istirahat jam pelajaran terakhir kamu berikan sambil berkata " jangan bilang-bilang sama yang lain ya. Biar gak pada minta." Kamu juga baik terhadap siapa saja. Paling males kalo disuruh berantem. Jadi lebih sering bilang "terserah" waktu kita ribut. Lalu diam-diam nulis permintaan maaf yang kamu letakan di laci mejaku. Tapi kamu juga agak pencemburu. "Jangan genit bisa gak sih?" itu omelanmu jaman dulu. Padahal kamunya lebih genit. Ahh... coki-coki :)
Gemini. Pacar terakhirku saat ini (sekarang belum nemu pacar baru soalnya). Dia orang yang baik dan supel. Mudah beradaptasi. Itu pula yang aku katakan padanya saat dia mulai cemas atas masalah penempatan. Harus memendam kira-kira 6tahun sampe akhirnya Tuhan mengijinkan kami bersatu walau cuma sebentar. Tapi dia seorang yang tertutup. Gemini, aku menyayangimu..
Cancer. Tidak banyak yang bisa aku ceritakan tentang cancer. Tapi mereka orang yang hati-hati, pelindung dan simpatik. Tapi kalau udah sedih, bisa lebay banget.
Leo. Si singa ini adalah salah satu mantan terindah juga. Indah karna kami terlalu sering ribut. Dia pandai membawa diri. Banyak ilmu yang aku dapatkan dari dia, terutama tentang mencintai keluarga. Kami hanya terpaut beberapa bulan tapi dia sering merasa paling tua. Leo, apa kabar kamu?
Virgo. Entah mengapa mereka menyenangkan sekali. Pemalu dan rendah hati. Kadang membuat iri karna sikap ke-dewi-annya. Tapi mereka justru perfeksionis. Mungkin efek dari ke-dewi-annya ini.
Libra. Seorang yang romantis dengan senyum yang magis. Senyum yang dulu sering membuatku diam-diam melirik disaat pergi mengaji. Tapi dia jarang bersikap serius. Sial, aku hampir tak bisa membedakan kapan dia serius, kapan dia usil.
Langganan:
Komentar (Atom)