Laman

Mari Tumpahkan sebelum meluber

Selamat datang di taman laut saya. Yang lebih suka saya tanami cerita daripada bunga karang

:)


Sabtu, 10 November 2012

Seni melupakan (keping dua lima)

Saat bertanya tentang maaf kepadaku kamu seperti bertanya pula tentang iklas.
Menurutku, memaafkan adalah suatu kondisi dimana kita benar-benar lupa akan kesalahan orang. Sehingga kita tidak mengungkitnya lagi dilain waktu. Hampir mirip dengan iklas bukan?
Iklaspun begitu. Suatu keadaan dimana kita hampir ato tidak merasa kehilangan sesuatu. Dan iklas itu ngga pake tapi.
Rumit? Bingung?
Jadi kalau ada orang yang bilang "iya,aku udah maafin kamu kog" tapi dilain waktu masih dibahas, itu belum benar-benar dimaafkan. Dan saat belum bisa memaafkan,berarti pula belum iklas.
Jadi aku lebih suka belajar melupakan. Saat lupa berarti kamu iklas, berarti kamu memaafkan. Ini menurutku.
Saat melupakan kesalahan orang tak jarang aku melupakan orangnya juga. Tapi tetap ini tergantung seberapa besar salahnya. Jika salahnya bisa aku lupakan, berarti cukup salahnya saja. Namun jika tidak, maaf, orangnya pun harus aku lupakan. Bukan, bukan pendendam. Ini lebih ke menghindari sifat munafik. Justru dendam itu saat orang belum bisa melupakan kesalahan orang lain.
Terserah kalian mau belajar memaafkan seperti apa. Inilah caraku. Dan terserah kalian pula akan memberi maaf kepadaku seperti apa...

Aku sering berkata pada diriku sendiri "Aku bukan tipe pemaaf, tapi aku tipe pelupa. aku akan berusaha melupakan kesalahan kalian."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar