Sebelumnya terima kasih telah menyempatkan diri untuk menyapaku beberapa minggu yang lalu. Terima kasih telah mau berbagi tempat untuk saling memandang. Untuk saling mengetahui satu sama lain. Untuk mencari tau adakah yang telah berubah dari kita. Everybody change, begitupun aku dan kamu. Begitu pula perasaan dan hati kita. Bukan kau lagi alasanku untuk menangis, merindu, tertawa, mengenang. Maaf,bukan kau lagi. Perlukah ku beri tau sebelumnya kalau aku hampir berhasil melupakanmu? Tepatnya sebelum kau datang lagi. Beberapa tahun tanpa sapamu membuatku terbiasa. Tapi ternyata justru kau yang belum terbiasa. Kau fikir aku masih menggilaimu seperti beberapa tahun dulu? Sayang sekali, salah. Rasa ini tinggal sisa untukmu.
Masih ingatkah kau (tanpa mau tau perasaanku) pernah bercerita tentang wanita lain? Kau bilang kau menyukainya, mengaguminya dan ingin bersamanya. Padahal saat itu telah ada aku. Kau mau tau rasanya? Tapi mana mungkin akan sama rasanya jika rasamu tak serupa dengan rasaku? Saat itu aku merelakan hatimu terbagi. Aku mencoba bertahan. Tapi pada akhirnya kau tetap memutuskan pergi. Aku bisa apa?
Kau tau berapa lama aku membiasakan diriku tanpamu? tanpa sapaan lembut darimu? tanpa canda tawamu?
Kau tau betapa susahnya membencimu? mengabaikanmu? berhenti memikirkanmu? tak mengirimkan doa untukmu?
Dan disaat aku mulai bisa, kau datang.
Pertahananku memang lebih kuat, tapi tetap saja kau menggodaku untuk menyambut sapaanmu.
Aku memang lemah. Tapi rasa ini sudah bukan untukmu lagi.
Aku tau ada nada cemburu saat aku menceritakannya. Hampir sama persis saat kau membicarakan wanita itu kepadaku. Ada sedikit rasa puas yang tak ku rencanakan. Sungguh.
Dan kini kau pergi lagi. Aku semakin tidak merasa kehilangan. Kau pernah seperti itu berulang kali.
Tapi mungkin justru kau yang merasa kehilangan perhatianku yang dulu? Maaf jika membuatmu kecewa. Harusnya kau belajar bahwa sebuah luka,jika rajin diobati,walau lama pasti akan sembuh.
Terima kasih telah pergi (lagi). Maaf aku tak merasa kehilanganmu seperti dulu.
Oh iya, jangan lagi kau ketuk pintu itu. Mungkin sudah tak ada yang akan menyaut. Aku telah pindah. Pindah darimu..