Aku bersyukur kita tak
pernah menghabiskan waktu bersama disini. Di pantai cantik ini. Ahh... indah
sekali dia. Dengan ombak yang tenang, pasir putih, bukit karang, dan suasana
sepi.
Kau tau, amat tau bahwa
aku menyukai pantai. Aku tau, amat tau kau menyukai gunung. Memang begitu. Kita
berbeda. Dan sampai hari ini aku masih percaya perbedaan ini yang membuat kita
bersama. Atau lebih tepatnya pernah bersama. Membagi hari. Membagi sayang satu
sama lain.
Itu kemarin, saat kita masih
bersama. Sebelum kau memutuskan untuk pergi. Bukan hanya pergi dari kota ini. Tapi
juga pergi dari kisah kita. Kita sekarang hanya dua orang dengan film
masing-masing. Yang terkadang masih dipertemukan secara tidak sengaja disebuah
stasiun tv. Anggap saja begitu.
Aku bersyukur kita tak
pernah membuat cerita di pantai cantik ini. Karna jika itu terjadi, mungkin hari
ini aku sedang memunguti kembali kenangan yang dulu tanpa sengaja kita cecer.
Dan aku pasti hanya akan mengutuk masa lalu disini, dipantai cantik ini. Terima
kasih karna tak terlalu menyukai pantai. Terima kasih karna tak membuang cerita
kita disini. Karna aku sakit harus memungutinya sendiri.
Bagaimana denganmu dan
gunung? Pasti banyak kenangan disana. Iya, kau dan wanita yang membuatmu
kecanduan itu. Kalian sering menghabiskan waktu digunung. Bersama. Entah siapa
yang menyengajai siapa. Tak terlalu penting mungkin. Karna yang terpenting
untukmu adalah kau bisa menghabiskan waktu dengannya.
Bolehkah aku bertanya,
gunung itu secantik apa? Aku bukan tak menyukainnya. Aku hanya terlalu takut
menjadi manja. Kau paham maksudku bukan? Kau juga boleh bertanya, pantai itu
seperti apa padaku. Aku akan menjawabnya dengan antusias.
Sudahlah. Aku memang
hanya ingin berucap terima kasih. Atas kenangan yang tak pernah tercecer di
hampir semua pantai-pantai cantik yang aku sukai ini. Dan aku bebas kembali
kesini sesukaku. Tanpa membuang waktu mengenang disudut mana kita pernah
tertawa bersama.
Bagaimana denganmu? Kau
sedang menyebar banyak kenangan bersamanya di gunung yang kau sukai itu? hingga
suatu hari kau sendiri yang mungkin harus memungutinya? Selamat...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar