Laman

Mari Tumpahkan sebelum meluber

Selamat datang di taman laut saya. Yang lebih suka saya tanami cerita daripada bunga karang

:)


Kamis, 04 Oktober 2012

Kita dan Pantai. Kalian dan gunung. (Keping Sembilan Belas)



Aku bersyukur kita tak pernah menghabiskan waktu bersama disini. Di pantai cantik ini. Ahh... indah sekali dia. Dengan ombak yang tenang, pasir putih, bukit karang, dan suasana sepi. 

Kau tau, amat tau bahwa aku menyukai pantai. Aku tau, amat tau kau menyukai gunung. Memang begitu. Kita berbeda. Dan sampai hari ini aku masih percaya perbedaan ini yang membuat kita bersama. Atau lebih tepatnya pernah bersama. Membagi hari. Membagi sayang satu sama lain.

Itu kemarin, saat kita masih bersama. Sebelum kau memutuskan untuk pergi. Bukan hanya pergi dari kota ini. Tapi juga pergi dari kisah kita. Kita sekarang hanya dua orang dengan film masing-masing. Yang terkadang masih dipertemukan secara tidak sengaja disebuah stasiun tv. Anggap saja begitu.

Aku bersyukur kita tak pernah membuat cerita di pantai cantik ini. Karna jika itu terjadi, mungkin hari ini aku sedang memunguti kembali kenangan yang dulu tanpa sengaja kita cecer. Dan aku pasti hanya akan mengutuk masa lalu disini, dipantai cantik ini. Terima kasih karna tak terlalu menyukai pantai. Terima kasih karna tak membuang cerita kita disini. Karna aku sakit harus memungutinya sendiri.

Bagaimana denganmu dan gunung? Pasti banyak kenangan disana. Iya, kau dan wanita yang membuatmu kecanduan itu. Kalian sering menghabiskan waktu digunung. Bersama. Entah siapa yang menyengajai siapa. Tak terlalu penting mungkin. Karna yang terpenting untukmu adalah kau bisa menghabiskan waktu dengannya. 

Bolehkah aku bertanya, gunung itu secantik apa? Aku bukan tak menyukainnya. Aku hanya terlalu takut menjadi manja. Kau paham maksudku bukan? Kau juga boleh bertanya, pantai itu seperti apa padaku. Aku akan menjawabnya dengan antusias.
Sudahlah. Aku memang hanya ingin berucap terima kasih. Atas kenangan yang tak pernah tercecer di hampir semua pantai-pantai cantik yang aku sukai ini. Dan aku bebas kembali kesini sesukaku. Tanpa membuang waktu mengenang disudut mana kita pernah tertawa bersama. 

Bagaimana denganmu? Kau sedang menyebar banyak kenangan bersamanya di gunung yang kau sukai itu? hingga suatu hari kau sendiri yang mungkin harus memungutinya? Selamat...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar