Laman
Mari Tumpahkan sebelum meluber
Selamat datang di taman laut saya. Yang lebih suka saya tanami cerita daripada bunga karang
:)
Minggu, 12 Mei 2013
ini penasaran atau apa? (keping tiga tujuh)
percayalah, kamu akan lebih mudah melepaskan sesuatu yang kamu tau pasti hal yang kamu inginkan itu tidak akan bisa kamu miliki. karna sebuah perbedaan contohnya. dibandingkan dengan sesuatu yang tak tau kenapa sesuatu itu tak bisa kamu miliki padahal sama.
Rabu, 08 Mei 2013
mari tumpahkan sebelum meluber (keping tiga enam)
Karna menulis itu bukan lagi hanya masalah memindahkan isi
kepala ke dalam leptop atau selembar kertas, tapi juga memindahkan isi hati
kedalam pikiran orang yang membacanya. Malah kadang ikut melumer ke hati
mereka.
Selasa, 07 Mei 2013
Bunuh saja dengan ini... (keping tiga lima)
Pengabaian itu kejam sekali. Ia membuat penari seketika
berhenti menari. Ia membuat pelawak kehilangan kelucuannya. Ia membuat pemimpi
akhirnya terbangun. Dan ia membuat pecinta berhenti mencintai. Mereka sama, seperti kehilangan ruhnya. Dan sepertinya
cara paling ampuh untuk membunuh seseorang adalah dengan “Abaikan saja.”
sifat mimpi dan para pemimpinya (keping tiga empat)
Para pemimpi itu harusnya tau kalau mimpi-mimpi mereka perlu
dijemput. Mimpi itu sifatnya manja sekali. Mungkin hanya 1:100 yang mau datang
sendiri sedangkan kau hanya asik menyelonjorkan kakimu dirumah. selebihnya kau harus menjemputnya dengan kendaraan yang bernama usaha dan doa.
candu susu coklat dan kamu (keping tiga tiga)
Kamu dan susu coklat itu sama-sama membuat kecanduan. Kamu
membuatku candu atas kesederhanaanmu. Dan susu coklat membuatku kecanduan atas
entah zat apa yang ada didalamnya sehingga membuatku nyaman.
Selasa, 02 April 2013
50 hal yang “aku” sebelum,saat,dan sesudah bersamamu. (keping tiga dua)
Sebelum membaca ini tolong ikuti aturannya: kamu ku itu
banyak (lebih dari satu itu banyak,kan?) jadi kamu harus benar-benar membaca
sampai habis sebelum menyimpulkan siapa kamu ku ini :
- Kamu temanku.
- Aku belum pernah memacari temanku sebelumnya.
- Aku memacari orang-orang baru. Bukan sepertimu yang menjadi teman lama ku terlebih dulu
- Aku menyukaimu bukan dari hal yang kasat mata seperti materi atau fisik
- Kamu memacari temanku.
- Aku mundur perlahan.
- Kita terpisah tanpa kamu tau perasaanku.
- Aku mulai terbiasa dengan suasana baru.
- Kita belum spesial.
- Dia teman kakak ku.
- Kami berpacaran 2,5tahun
- Dia selingkuh.
- Kami putus.
- Dia teman satu komunitas.
- Dia lebih tua 6tahun dariku.
- Aku selalu menyukai seorang yang pendiam.
- Dia pendiam.
- Tapi kami beda keyakinan.
- Kami mundur.
- Dia teman-orang-yang kusuka.
- Aku bercerita tentang orang yang aku suka kepadanya.
- Dia bilang aku harus hati-hati agar tidak malah naksir dia.
- Aku sombong dengan bilang “gak mungkin.”
- Aku salah. Aku jatuh cinta.
- Aku baru tau,Dia kakak kelasmu.
- Dua minggu sekali aku ke jogja. Atau dia ke semarang.
- Dia bercerita tentang wanita lain.
- Aku masih bertahan.
- Dia pindah ke jakarta.
- Kami benar-benar berpisah.
- Satu tahun setelahnya aku bertemu denganmu lagi.
- Kita mulai berkomunikasi.
- Aku ke jakarta. Kita bertemu disana.
- Kali keduaku ke jakarta kita sudah bukan teman lagi.
- Aku dan kamu sudah menjadi kita. Aku memacari temanku untuk pertama kalinnya.
- Aku ingat kau mengajak ku pulang sebelum subuh dengan alasan tak bisa tidur.
- Akhirnya diseparuh perjalan justru aku yang menjagamu karna kau mengantuk.
- Semuanya baik-baik saja sampai kau kembali lagi ke jakarta.
- Ketiga kalinya aku ke jakarta rasamu tinggal 30%,katamu.
- Kita putus dirumahku tanpa bisa aku tolak.
- Aku tidak menangis 2 bulan setelahnya.
- Hubungan kita masih tetap baik.
- Kamu menjadi temanku lagi.
- Aku membiasakan diri bersikap biasa dihati yang masih luar biasa.
- Kamu pindah ke bali. Kita mulai berjarak.
- Aku mengikuti caramu dengan menjaga jarak ku.
- Persamaan kita; kita masih sama-sama sendiri.
- Perbedaan kita; aku tau hatiku kemana. kamu (mungkin) tidak tau hatimu kemana.
- Kita ini mantan yang masih berteman. Aku belum pernah berteman dengan mantan sebelumnya.
- Masih ada 50 hal lagi yang akan aku ceritakan saat kau pulang. Entah kapan. Tolong ingatkan.
Rabu, 27 Februari 2013
kesukaanku dengan februari (keping tiga satu)
SATU
ini bulan merah jambu, kata mereka.
bulan dimana coklat, bunga dan aroma pacar baru bertebaran.
mereka menyukainya. pun aku. meski dengan alasan berbeda.
DUA
ini bulan sibuk, kataku.
yang berarti dibulan ini pula aku sedikit membiarkan diriku sendiri menikmati aroma zona baru.
zona dimana tak ada satupun tempat yang mengingatkanku padamu.
entah jalan, tempat makan, ataupun orang yang mengenalmu.
kau menyebalkan sayang. apapun terlalu mudah mengingatkanku padamu.
atau bukan! aku sendiri yang dengan senang hati mengingatmu. entahlah...
TIGA
Mereka menyabotase waktuku. herannya aku justru senang.
sepi membuatku lebih sering memikirkanmu. apakah kau begitu?
tak perlu kau jawab, sayang. tak perlu.
rahasiakanlah sendiri karna aku terlalu takut mendengar kata "tidak" darimu.
EMPAT
yang menambah kebahagiaanku selain sibuk adalah dimana aku melihat secara langsung senyumu.
menggenggam dengan lembut lagi jarimu. berapa lama kita kemarin bertemu? hanya beberapa jam bukan?
aku menatap penuh matamu sambil membatin "kalo kamu pergi lagi aku harus gimana?"
kau tersenyum tanpa bisa membaca pikiranku. aku tertunduk karna membaca pikiranmu.
dan kita sama-sama tidak berani berjanji apakah kita masih akan bertemu.
LIMA
dia datang sayang. menyentuh lukaku. iya, orang itu.
atau orang yang kau anggap sahabat yang aku beri label "jangan terlalu dekat!"
iya sayang, dia menyentuh lukaku lagi.
luka sayatan yang sebenarnya dia yang paling harus bertanggung jawab. kau juga terkena bukan?
aku melihat pisau dibalik punggungnya saat dia tersenyum ramah dan menawarkan uluran tangan kepadaku.
dan dengan cepat, dia menusuk dibagian terlemahku. darahku masih menempel disana.
aku gemas sekali. muak rasanya melihat dia tertawa.
dia akan melakukannya lagi sayang! dia akan melukaimu lagi! tolong menghindar! kau bebal sekali aku peringatkan!
ENAM
aku tau masa-masa seperti ini akan terjadi. dimana aku mengeluhkan waktu travelingku yang mulai-amat-sangat berkurang, dan mulai lagi bernikmat-sedikit sakit karna merindukanmu.
ini masalahku sayang, kau tenang saja.
bolehkah aku bertanya, lebih sering mana aku memberimu tangis atau tawa?
TUJUH
Maaf karna (masih) memanggilmu "sayang".
ini bulan merah jambu, kata mereka.
bulan dimana coklat, bunga dan aroma pacar baru bertebaran.
mereka menyukainya. pun aku. meski dengan alasan berbeda.
DUA
ini bulan sibuk, kataku.
yang berarti dibulan ini pula aku sedikit membiarkan diriku sendiri menikmati aroma zona baru.
zona dimana tak ada satupun tempat yang mengingatkanku padamu.
entah jalan, tempat makan, ataupun orang yang mengenalmu.
kau menyebalkan sayang. apapun terlalu mudah mengingatkanku padamu.
atau bukan! aku sendiri yang dengan senang hati mengingatmu. entahlah...
TIGA
Mereka menyabotase waktuku. herannya aku justru senang.
sepi membuatku lebih sering memikirkanmu. apakah kau begitu?
tak perlu kau jawab, sayang. tak perlu.
rahasiakanlah sendiri karna aku terlalu takut mendengar kata "tidak" darimu.
EMPAT
yang menambah kebahagiaanku selain sibuk adalah dimana aku melihat secara langsung senyumu.
menggenggam dengan lembut lagi jarimu. berapa lama kita kemarin bertemu? hanya beberapa jam bukan?
aku menatap penuh matamu sambil membatin "kalo kamu pergi lagi aku harus gimana?"
kau tersenyum tanpa bisa membaca pikiranku. aku tertunduk karna membaca pikiranmu.
dan kita sama-sama tidak berani berjanji apakah kita masih akan bertemu.
LIMA
dia datang sayang. menyentuh lukaku. iya, orang itu.
atau orang yang kau anggap sahabat yang aku beri label "jangan terlalu dekat!"
iya sayang, dia menyentuh lukaku lagi.
luka sayatan yang sebenarnya dia yang paling harus bertanggung jawab. kau juga terkena bukan?
aku melihat pisau dibalik punggungnya saat dia tersenyum ramah dan menawarkan uluran tangan kepadaku.
dan dengan cepat, dia menusuk dibagian terlemahku. darahku masih menempel disana.
aku gemas sekali. muak rasanya melihat dia tertawa.
dia akan melakukannya lagi sayang! dia akan melukaimu lagi! tolong menghindar! kau bebal sekali aku peringatkan!
ENAM
aku tau masa-masa seperti ini akan terjadi. dimana aku mengeluhkan waktu travelingku yang mulai-amat-sangat berkurang, dan mulai lagi bernikmat-sedikit sakit karna merindukanmu.
ini masalahku sayang, kau tenang saja.
bolehkah aku bertanya, lebih sering mana aku memberimu tangis atau tawa?
TUJUH
Maaf karna (masih) memanggilmu "sayang".
February, 2013
Selasa, 29 Januari 2013
inaudible dialogue (keping tiga puluh)
**************tungting tungting*****************
she : oi....
me : aku gak bisa bobok. sekarang malah galau :'(
she : sama. tadi ngantuk tapi harus ngelesi.
me : jumat kalo masih gak ada kabar aku cus ke jogja aja deh
she : yaudah sana. entar aku nitip :D
me : haha... apa? blazer batik? :D
she : boleh deh. kamu sih enak bisa kemana2. aku sibuk.
me : enakan kamu ngefull. anti galau.
she : cari kesibukan to. biasanya kan ngumpul2.
me : lagi pada sibuk. mau kerumah embak siapa tau dapet pencerahan.
she : owh...sipsip
me : masa depan lho...masa depan. aku mulai labil lg tadi denger nyak soal kerjaan.
she : nyak bilang apa to?
me : kerjaan kita itu enak. jamnya juga pasti. anak suami keurus soalnya nggak ngefull sampe sore.
she : iya sih ya.
me : tapi yaitu harus sabar dulu.
she : kan emang gitu prosesnya.
me : aku habis mewek lho. hahaa
she : kenapa?
me : baru sadar kalo sombong,banyak omong, kurang bersyukur.
she : manusiawilah...
me : sombongnya ya itu, nunggu kayak gini aja nggak sabar yak. padahal kalo nungguin cowok sabar banget.
hahaha
she : lha sayang ngak? :D
me : etapikan harus lebih sayang sama diri sendiri juga :D
masa depan sendiri oiii...masa depan...
she : iya sih ya.cewek sih gitu. mainnya ati daripada logika.
me : kurang bersyukur juga sih akhir2 ini. tak pikir aku yang paling mumet.
ternyata ada yang lebih mumet :D
she : naitu....
me : jadi ini harus alhamdulillah atau inalillah? hahaha
she : bersyukur aja :)
me : aku beneran lagi egois lho. lagi mikirin diri sendiri ini.
she : aku juga kog.. ada waktunya buat masalah ati. siapa tau jodohnya temen kerja besok :p
me : haha... siapa tau ya....
she : there is time for us. one day... :p
me : to get a happy story
she : happy ending :p
me : etapi emang katanya kalo belum happy belum ending lho...
she : ya.. :D
me : aku baru percaya kalo semakin lama kita belajar, kita semakin pemilih.
dalam hal apapun. dan akhirnya kita malah gak punya pilihan trus jadi milih seadanya.
she :yah... i think its true... and i'm affraid. but we must go on.
me : soalnya kadang kita melewatkan yang terbaik.
she : tapi kalo gak kehilangan mungkin kita gak sadar. sekalipun dalam hal kesempatan....
*********************************
Rabu, 23 Januari 2013
Sajak Sejenak. (keping dua sembilan)
Cuaca
Dalam Cerita
Dua anak kecil duduk didepan kelas
Mereka membicarakan tentang panasnya cuaca.
“Hari ini gerah ya. Aku malas bermain layangan.”
Temannya menyetujui dengan mengangguk.
Lalu meneruskan obrolanya tentang panasnya cuaca
sambil masuk kelas.
Dua
remaja tanggung duduk di angkot
Mereka
membicarakan tentang panasnya cuaca.
“kamu
kerumahkunya entar malem aja. Aku mau bobok siang.”
Pemuda
diselahnya tersenyum sambil mengangguk.
Lalu
meneruskan obrolannya tentang cuaca dengan tangan saling menggenggam.
Dua wanita dewasa duduk didalam cafe
Mereka mebicarakan tentang panasnya cuaca.
“kulitku bisa iteman kalo harus sering keluar kantor
siang-siang.”
Temanya dengan antusias menyetujui.
Lalu mereka meneruskan obrolanya tentang panasnya
cuaca dan artis favorit mereka.
Disisi
lain....
Para
ibu-ibu bersyukur akan panasnya cuaca yang membuat cucian mereka kering.
Penjual
es bersyukur karna dagangan mereka laku.
Penjaja
koran pun tak ketakutan dagangannya akan basah karna hujan.
Petani tembakau pun tak
takut merugi.
Inilah dunia dimana cuaca bisa menjadi sangat dipuja
Dan dikutuk oleh sebagian manusia lainnya.
Semarang, 2012
Disebuah
Perjalanan
Dia
Duduk didalam mobil mengkilap berwarna hitam
Melaju dengan gagah dijalan yang masih sepi
Disebuah kota dibagian selatan
Seharusnya dia berwajah bahagia karna dia tak perlu
mengendarai motor kepanasan
Atau engapnya berada di angkot sambil berdesakan
Tetapi anehnya tidak, wajahnya gelisah
Sedih memikirkan nasibnya kelak di akhirat
Memikirkan betapa kecewa kedua orang tuanya yang
gagal mengasuhnya
Betapa sedih guru mengajinya yang gagal menanamkan
aqidah tentang apa itu pahala dan dosa
Jabatan membuat dia lupa untuk jangka waktu yang
lama
Uang membuatnya menghalalkan segala cara
Sanjungan dari publik membuatnya lupa untuk tujuan
apa sebenarnya ia di dunia
Dan kesadaran jangka pendeknya berkata..
“seharusnya aku tak mengambil apa yang bukan menjadi
hak ku. Seharusnya....”
Mobil itu terus berjalan. Membawa pengemudinya yang
mulai tersadar dari dunia fana
Semarang, 2012
Aku,
kuharap kau menuju.
Aku ternyata tak lebih dari sebuah rumah untukmu
Tempat dimana kau mulai hanya singgah, bukan tinggal
seperti dulu
Mari kita salahkan keadaan
Atau mari kita salahkan perasaan
Kau masih seorang anak yang mulai mendewasa
Yang mulai pergi demi tanggung jawab dan masa depan
Dan aku memainkan peranku sebagai rumah
Tempat kau berpulang namun hanya sementara
Kau memang nyaman, namun hanya sebentar
Pun saat kau pulang kau lebih banyak menghabiskan
waktu diluar
Sekali lagi mari kita salahkan keadaan yang membuatmu
harus meninggalkanku
Dan hanya pulang sesekali waktu ketika kau rindu
atau mempunyai jeda waktu
Itupun jika kau tak mempunyai janji berpetualang
dengan hati yang baru
Aku yang sekarang semirip dengan rumah ini
Berharap akan menjadi rumah masa depanmu
Dimana padakulah kau akhirnya menuju
Semarang, 2012
Langganan:
Komentar (Atom)