ini bulan merah jambu, kata mereka.
bulan dimana coklat, bunga dan aroma pacar baru bertebaran.
mereka menyukainya. pun aku. meski dengan alasan berbeda.
DUA
ini bulan sibuk, kataku.
yang berarti dibulan ini pula aku sedikit membiarkan diriku sendiri menikmati aroma zona baru.
zona dimana tak ada satupun tempat yang mengingatkanku padamu.
entah jalan, tempat makan, ataupun orang yang mengenalmu.
kau menyebalkan sayang. apapun terlalu mudah mengingatkanku padamu.
atau bukan! aku sendiri yang dengan senang hati mengingatmu. entahlah...
TIGA
Mereka menyabotase waktuku. herannya aku justru senang.
sepi membuatku lebih sering memikirkanmu. apakah kau begitu?
tak perlu kau jawab, sayang. tak perlu.
rahasiakanlah sendiri karna aku terlalu takut mendengar kata "tidak" darimu.
EMPAT
yang menambah kebahagiaanku selain sibuk adalah dimana aku melihat secara langsung senyumu.
menggenggam dengan lembut lagi jarimu. berapa lama kita kemarin bertemu? hanya beberapa jam bukan?
aku menatap penuh matamu sambil membatin "kalo kamu pergi lagi aku harus gimana?"
kau tersenyum tanpa bisa membaca pikiranku. aku tertunduk karna membaca pikiranmu.
dan kita sama-sama tidak berani berjanji apakah kita masih akan bertemu.
LIMA
dia datang sayang. menyentuh lukaku. iya, orang itu.
atau orang yang kau anggap sahabat yang aku beri label "jangan terlalu dekat!"
iya sayang, dia menyentuh lukaku lagi.
luka sayatan yang sebenarnya dia yang paling harus bertanggung jawab. kau juga terkena bukan?
aku melihat pisau dibalik punggungnya saat dia tersenyum ramah dan menawarkan uluran tangan kepadaku.
dan dengan cepat, dia menusuk dibagian terlemahku. darahku masih menempel disana.
aku gemas sekali. muak rasanya melihat dia tertawa.
dia akan melakukannya lagi sayang! dia akan melukaimu lagi! tolong menghindar! kau bebal sekali aku peringatkan!
ENAM
aku tau masa-masa seperti ini akan terjadi. dimana aku mengeluhkan waktu travelingku yang mulai-amat-sangat berkurang, dan mulai lagi bernikmat-sedikit sakit karna merindukanmu.
ini masalahku sayang, kau tenang saja.
bolehkah aku bertanya, lebih sering mana aku memberimu tangis atau tawa?
TUJUH
Maaf karna (masih) memanggilmu "sayang".
February, 2013