Laman

Mari Tumpahkan sebelum meluber

Selamat datang di taman laut saya. Yang lebih suka saya tanami cerita daripada bunga karang

:)


Minggu, 23 Desember 2012

Surat untukku.. #postcardfiction

Senin, 09:30 P.M

Teruntuk diriku yang biasa kupanggil Kamu.
Di hati dan fikiran yang aku tau agak kacau.


Kamu pasti tau alasan kenapa aku ingin menegurmu? Ya. Mulai ada yang berubah lagi dari dirimu. Kenapa kamu? Mulai banyak mengeluh dan memprotes ini itu. Lupa bahwa semuanya telah tertulis rapi dilembar-demi lembar lauhul mahfus? Lupa kalo terlalu banyak mengeluh itu artinya kufur nikmat dan malah menjauhkan rejeki? Lupa kalau mengeluh itu membuat kamu kelihatan jelek? Mana ada lelaki yang mau dengan wanita yang hobinya mengeluh?

Sebenarnya apa yang kamu keluhkan? Tentang masa depan yang kamu belum tau mau jadi apa? Atau tentang hati yang tak tau pada akhirnya akan berlabuh dimana? Tentang memilih ini dan itu? Atau tentang apa lagi?

Kamu, bolehkah aku bertanya beberapa hal? Sudahkah kau berusaha? Berdoa? Meminta restu orang tua? Menolong orang lain? Beramal? Berbuat baik? Memaafkan dirimu sendiri dan orang lain? Menjaga dirimu sendiri dari perbuatan yang dibenci Tuhan?
Sudahkah kau bersyukur untuk nafas yang masih kau hirup gratis dan lancar? Untuk senyum yang hanya tinggal menarik pipimu tapi berhasil membuatmu terlihat lebih cantik? Sudahkah itu? Kalau jawabanmu lebih banyak belum untuk hari, kamu benar-benar keterlaluan.

Kita sering membahas ini. Setiap kali aku merasa kamu berubah pasti aku selalu mengingatkannya bukan? Kamu pasti mulai bosan. Jadi, kenapa kamu masih saja berkeras untuk melawan keadaan yang membuatmu justru menjadi tegang dan tidak nyaman? Kembalilah ke fitrahmu sebagai manusia. Bukankah semua kejadian ini itulah yang justru membuatmu masih pantas disebut manusia? Silahkan berteriak, menangis. Lalu kembalilah menjadi baik.


Pelukku untuk aku yang merindukan diriku sendiri
 Yang kusebut kamu.
\

Tidak ada komentar:

Posting Komentar